Tak ingin Masuk Bui dan jadi rugi, Hindari maksiat judi!

Tak ingin Masuk Bui dan jadi rugi, Hindari maksiat judi!. Selain dianggap merugikan, potensi kriminalitas seringkali menjadi latar belakang. Akibatnya ialah harta benda hilang, syukur-syukur tak jadi gelandangan.

Sebetulnya, judi ini memiliki sejumlah faktor yang cukup klasik. Yakni, setidaknya 5 faktor  penyebab judi kian marak. Selain dinilai sangat meresahkan, judi ikut dalam kategori tindakan pemicu kejahatan.

Di banyak kalangan, judi dianggap fleksibel karena bisa dilakukan di banyak tempat. Namun, seharusnya berbagai pihak wajib berperan aktif untuk membasmi maksiat judi demi keamanan masyarakat. Selain memfilter internet dari seluruh pengguna. Juga menerapkan monitoring secara berkala.

Faktor Penyebab Maksiat Judi Yang Banyak Digemari!

 

Menjadi agen kebaikan tentunya tidak gampang. Tapi, berusaha untuk tetap berada di jalan yang benar adalah pilihan. Berikut alasan mengapa orang selalu ingin berjudi.

 

  1. Pendidikan

Bukan perkara mudah, penyakit masyarakat yang digilai ini mempunyai latar belakang pendidikan sebagai alasannya. Faktor belajar ini dinilai mampu memicu individunya untuk terus bermain judi. Selain itu harapan untuk dapat menjadi pemenang akan terus terpatri. Sehingga ,mereka akan terdorong untuk melancarkan aksi judi Keluaran Togel Hongkong lagi.

  1. Ekonomi Dan Sosial Klasik

Status ekonomi juga sosial seseorang umumnya bisa menjadi alasan. Namun, dewasa ini ga miskin ga kaya, semua bisa terjerumus kedalam lembah perjudian. Mereka berfikir dengan modal yang sangat minim, bakalan dapat keuntungan yang maksimal. Sayangnya maksiat judi ini justru dijadikan besar dengan menjamurnya beragam komunitas perjudian.

  1. Situasional

Pemicu terjadinya judi ini salah satunya ialah situasi. Situasi yang dinilai mendukung, lebih cenderung membuat perilaku judi kian merebak. Kebanyakan yang mereka utarakan ialah adanya tekanan dari sekelompok teman penjudinya. Sehingga niat hati ingin berhenti, musnah ketika ajakan judi datang menghampiri. Mereka akan merasa tak enak hati jika menolak. Jika demikian kebiasaan judi mana bisa hilang kan?

  1. Persepsi

Anggapan atau persepsi sang penjudi umumnya berfokus pada kemenangan. Jika belum mencapai kemenangan, bisa jadi judi Tak akan dihentikan. kecuali jika memang modal di tangan sudah habis. Namun, hal ini tak akan menutup kemungkinan si penjudi bakalan menyerah dan angkat tangan.

Mereka akan terus mengejar berbagai peluang untuk menang. Termasuk melakukan bentuk kecurangan. Nah, isinya tentu hal-hal yang buruk kan jika sudah berkaitan dengan perilaku haram ini.

Persepsi mereka seperti mengadu peruntungan, jika tak menang saat ini besok pasti menang. Begitu seterusnya, hingga tanpa disadari pikiran ini menggerus mentalitas yang berakibat fatal pada kehidupan pribadi.

  1. Keterampilan

Banyak dari kalangan penjudi ini yang merasa jumawa karena terampilnya memainkan aneka jenis judi. Mereka beranggapan jika keterampilanlah yang bakal memboyong mereka menuju kemenangan.

Kekalahan bagi mereka hanyalah angin lalu dan tak usah dipedulikan. Padahal, jika kalahnya banyak ya sama saja merugikan. Apalagi nantinya siklus keuangan bakalan babak belur. Jadi, masih mau berjudi yang akhirnya menimbulkan kesemrawutan hidup pribadi? Alih-alih bahagia, mending dihindari saja.

Membasmi Perjudian adalah kewajiban

 

Menyadari tingkah laku judi ini adalah kemaksiatan yang wajib dibasmi, pastinya kita sebagai generasi harus ikut mewaspadai. berikut beberapa solusi untuk menekan perilaku perjudian datang kembali.

 

  1. Yakin atas ketentuan Allah jika judi itu diharamkan, berbahaya dan bakal diancam hukuman dunia akhirat
  2. Meyakini bahwa perbuatan judi hukumnya haram. Setiap perbuatan yang haram bila dilanggar pasti akan membahayakan, baik di dunia maupun di akhirat.
  3. Paham dan sadar betul jika penghasilan yang didapat ialah haram hukumnya. Selain itu segala amal ibadah tak mungkin diterima oleh Allah SWT
  4. Hasil dari judi dalam Islam kemungkinan akan membawa kemudahan Dan tak barokah
  5. Sadar, jika kebiasaan berjudi nanti akan berakibat buruk. Salah satunya adalah malas bekerja.

Kendati kebutuhan hidup seolah meningkat  tak ada hentinya. Namun wajib paham dan juga menyadari jika maksiat judi merupakan tindakan yang melanggar hukum serta agama. Agar hidup kita menjadi lebih tenang dan nyaman.Karena segala perilaku ada dalam kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *