Larangan dan Dampak Berjudi Online Menurut Agama

www.serverqiu.site adalah salah satu judi online yang cukup mudah diakses oleh masyarakat. Namun tahukah kamu judi sangatlah dilarang, dan menyebabkan dampak yang besar untuk masyarakat. 

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Alloh dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu”.( QS.Al-Maidah ( 5 ) :90-91 )

Judi sebenarnya sudah dilarang di Indonesia, tetapi masih saja orang berpendapat bahwa judi perlu diadakan sekalipun dengan membuat lokalisasi judi. Mereka yang setuju judi hanya melihat dari jumlah uang yang bisa diperoleh. Meskipun judi dilarang, para Bandar seperti www.serverqiu.site tetap tidak menghentikan usahanya karena pendapatan yang begitu besar bisa mereka dapatkan dari praktek perjudian. 

Masyarakat pun tampak terbuai dengan iming-iming hadiah yang ditawarkan. Jika hitung-hitung secara cermat , praktek perjudian seperti www.serverqiu.site jelas banyak keburukannya daripada keuntungannya. Tetapi masyarakat jarang memperhatikan sisi buruk yang ditimbulkan dari praktek perjudian sehingga sikap tak acuh pun sering kita temui.

Secara tegas, didalam Q.S.Al-Maidah ( 5 ) : 90-91 Alloh telah memperingatkan kita semua bahwa keburukan judi itu adalah karena judi merupakan perbuatan keji dan perbuatan syaitan, merugikan, menimbulkan permusuhan dan kebencian, dan menghalangi untuk ingat kepada Alloh. Jika diuraikan banyak dampak buruk dari perjudian yaitu :

Berangan – angan mendapatkan keuntungan yang banyak

Mengharapkan memperoleh uang dengan mudah, praktis, tanpa perhitungan, tanpa kerja keras padahal segala sesuatu itu harus dilakukan dengan usaha. Judi kinerjanya rendah karena terlalu banyak angan –angan ingin mendapatkan uang banyak tanpa kerja keras. Jika ingin mendapatkan hasil yang besar maka usaha yang dilakukan juga harus keras, dengan cara yang baik, waktu yang lebih banyak, dan dana yang tidak sedikit pula.

Tergesa-gesa dalam pekerjaan 

tidak suka mmepertimbangkan sesuatu pekerjaan secara matang, bahkan akan muncul kebiasaan untung-untungan dan perbuatan yang tidak masuk akal, seperti Tanya kepada orang gila, Tanya kepada dukun, pergi ke kuburan, lihat nomor polisi kendaraan yang lewat, dan kelakuan tidak rasional lainnya. Judi itu sangat gampang dipraktikkan sehingga bisa dilakukan oleh siapapun dan dengan cara apapun. 

Judi seperti www.serverqiu.site merupakan perbuatan yang penuh dengan dugaan dan untung-untungan.Sikap ini akan melahirkan kebiasaan tidak suka memperhitungkan segala sesuatu dengan matang. Mereka hanya berharap mendapatkan keuntungan yang tidak didukung dengan langkah-langkah yang matang, inovatif dan kreatif.

Tindakan yang dilakukan merugikan diri sendiri

Mudah melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri, ornag lain bahkan melakukan tindak kejahatan.Jika sudah kecanduan judi, pertama orang itu akan menggunakan harta miliknya untuk bertaruh. Jika harta miliknya sudah habis dia akan menggunakan harta milik orang lain baik secara baik-baik seperti meminjam, atau dengan berbuat kejahatan seperti mencuri dan menipu. 

Perbuatan-perbuatan ini akan terus dilakukan sebelum dia dipaksa untuk berhenti.Orang yang tidak bersalahpun akan kena akibatnya.

Merugikan finansial

Cara mudah untuk miskin. Sekilas judi memberikan keuntungan yang besar. Tetapi jika kita hitung-hitung dengan cermat akan tampak bahwa judi itu sebenarnya langkah mudah untuk miskin karena modal yang digunakan belum tentu dapat kembali meskipun melakukan judi berulang kali. Jumlah orang yang kalah taruhan jauh lebih besar daripada orang yang menang taruhan.

Orang yang menang taruhanpun belum tentu akan menang lagi pada kesempatan yang lain. Keadaan ini memang sengaja dibuat demikian. Judi seperti www.serverqiu.site sama halnya memberikan uang dalam jumlah besar kepada orang lain dengan suka rela tanpa disadari banyak orang. Setelah mereka bangkrut, baru mereka rasakan akibat buruknya.

Menimbulkan permusuhan 

Mencari musuh, tidak mencari kawan. Orang yang menang judi akan mengejek orang yang kalah, sedang orang yang kalah akan benci kepada orang yang menang walau itu temannya sendiri karena sama saja telah merampas uangnya. Rasa permusuhan akan terus berlanjut jika tidak berhenti dari kegiatan judi.

Merugikan perekonomian

Tidak mendukung pembangunan perekonomian. Segala sesuatu bisa dijadikan alat untuk judi seperti www.serverqiu.site. Pasangan siapa yang jadi bupati dan wakil bupati pun bisa dijadikan sarana perjudian. Aalat-alat yang digunakan adalah kamuflase atau kedok belaka yang membuat menarik banyak orang. 

Seperti alat tebak-tebakan dengan alat elektronik, kartu, billiard, papan putar, dan masih banyak lagi digunakan untuk menarik orang supaya mau ikut judi. Berbeda dengan kegiatan perekonomian, banyak orang bisa terlibat didalamnya dan mereka bisa mendapatkan keuntungan dari keterlibatan mereka itu.

Cenderung menjadi boros

Tidak dipercaya orang dalam mengelola keuangan. Judi seperti www.serverqiu.site sama saja dengan membuang uang bahkan jauh lebih buruk dibanding memboroskan uang. Uang yang dibelanjakan tentu mendapatkan barang dan bisa dijual kembali, tetapi uang yang digunakan untuk judi tidak akan mendapatkan apa-apa alias hilang. 

Keburukan judi juga diperingatkan Alloh didalam QS. Al Baqorah (2) : 219, Alloh berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (segala makanan yang memabukkan) dan judi. Katakanlah : “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. 

Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.Katakanlah :”Yang lebih dari keperluan.”Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayatNYa kepadamu supaya kamu berfikir”.

Segala keburukan judi seperti di situs www.serverqiu.sitemenuntut kita untuk berfikir apakah akan membiarkan bahkan menyetujui atau melarang judi. Baik dan buruk akibat perjudian yang kan merasakan adalah kita semua, sudah sewajarnya perjudian dilarang di Indonesia, jika kita termasuk orang yang berfikir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *